Tampilkan postingan dengan label Kimia SMA. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kimia SMA. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 02 September 2017

Pembahasan Soal Titrasi Asam Basa Kimia SMA Kelas 11

Pembahasan Soal Titrasi Asam Basa Kimia SMA Kelas 11

Pembahasan Soal Titrasi Asam Basa Kimia SMA Kelas 11Contoh soal dan pembahasan tentang titrasi asam basa untuk menentukan kadar atau konsentrasi suatu larutan kimia SMA kelas 11 IPA. Untuk menentukan konsentrasi suatu larutan asam misalnya dapat dilakukan dengan percobaan penetesan basa yang telah diketahui konsentrasinya beberapa kali. Berikut ini contoh-contoh yang diberikan silakan dipelajari.
Soal No. 1
Seorang siswa melakukan percobaan titrasi asam basa untuk memperkirakan konsentrasi larutan HCl. Siswa tersebut meneteskan larutan NaOH 0,2 M ke dalam larutan HCl. Data yang diperoleh dari dua kali percobaan adalah sebagai berikut.
Data hasil percobaan:

Perkirakan konsentrasi larutan HCl tersebut berdasarkan data percobaan siswa di atas!

Pembahasan
Untuk data awal, tentukan volume NaOH yang diteteskan, percobaan dilakukan dua kali, jadi jumlahkan kemudian bagi dua, kalau tiga kali ya dibagi tiga:

Jumlah mol NaOH yang digunakan, kalikan volume dengan molaritasnya

Berikutnya ke Penentuan molaritas dari  HCl, diberikan dua cara,
**Cara Pertama>>>>
Tentukan mol HCl nya berdasarkan reaksi asam basa berikut


Menentukan konsentrasi HCl, bagi mol HCl dengan volumnya



***Cara Kedua>>>>>>>>>>>>
Menggunakan rumus yang sering digunakan dalam soal titrasi



dimana
V = volume
M = molaritas
n = valensi

Data yang diperlukan
VHCl = 25 mL
MHCl = ....?
nHCl = 1
VNaOH = 15 mL
MNaOH  = 0,2 M
nNaOH = 1

Sehingga molaritas HCl



Soal No. 2
Berikut data hasil titrasi larutan HCl dengan larutan NaOH 0,1 M.



Berdasarkan data tersebut, konsentrasi larutan HCl adalah...
A. 0,070 M
B. 0,075 M
C. 0,080 M
D. 0,133 M
E. 0,143 M
(un kim 011)

Pembahasan
Menentukan mol NaOH 0,1 M
mol = 15 x 0,1 = 1,5 mol

Menentukan mol HCl



mol HCl adalah 1,5 mmol

Menentukan konsentrasi HCl



M HCl = mol/volume = 1,5 mmol / 20 mL = 0,075 M

Soal No. 3
Berikut diberikan sebuah kurva titrasi asam basa hasil percobaan untuk menentukan konsentrasi larutan NaOH 20 mL.



Jika asam yang digunakan untuk titrasi adalah HCl 0,1 M, tentukan konsentrasi larutan NaOH yang dititrasi!

Pembahasan
Dari kurva di atas terlihat bahwa titik ekivalen terjadi saat volume HCl adalah 40 mL. Data selengkapnya:
VHCl = Va = 40 mL
MHCl = Ma = 0,1 M
nHCl = na = 1
VNaOH = Vb = 20 mL
MNaOH = Mb = .....?
nNaOH = nb = 1

Konsentrasi NaOH dengan demikian adalah



Soal No. 4
Perhatikan grafik titrasi asam-basa berikut!



Jika volume larutan yang dititrasi sebanyak 10 mL maka konsentrasi larutan basa LOH itu adalah...
A. 0,25 M
B. 0,125 M
C. 0,1 M
D. 0,075 M
E. 0,025 M
(un kimia 2012)

Pembahasan
Dari kurva di atas terlihat bahwa titik ekivalen terjadi saat volume asam HX adalah 25 mL. Data yang diperlukan:
Asam HX
Va = 25 mL
Ma = 0,1 M
na = 1

Basa LOH
Vb = 10 mL
Mb = .....?
nb = 1

Konsentrasi LOH dengan demikian adalah

Soal No. 5
20 mL asam sulfat, H2SO4, dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 N. Bila ternyata diperlukan 30 mL larutan NaOH, maka kemolaran asam sulfat tersebut adalah....
A. 0,075 M
B. 0,10 M
C. 0,15 M
D. 0,20 M
E. 0,30 M

Pembahasan
Data:
Asam sulfat
volume V1 = 20 mL
valensi n1 = 2

NaOH
volume V2 = 30 mL
normalitas N2 = 0,1 N

Kemolaran asam sulfat M1 = ...?

Hubungan titrasi dengan molaritas dan normalitas larutan



Dengan menggabungkan dua rumus di atas:

Soal No. 6
Sebanyak V mL asam sulfat, H2SO4, dititrasi dengan larutan NaOH 0,1 N. Bila ternyata diperlukan 2V mL larutan NaOH, tentukan kemolaran asam sulfat yang dititrasi!

Pembahasan
Data:
Asam sulfat
V1 = V
n = 2
M1 =.......

NaOH
V2 = 2V
N2 = 0,1

diperoleh:
Soal No. 7
Perhatikan grafik titrasi asam lemah oleh basa kuat berikut!



20 mL CH3COOH dititrasi menggunakan larutan NaOH 0,05 M. Konsentrasi larutan CH3COOH dan pH larutan pada titik C berturut-turut adalah....
A. 0,05 M, pH = 7
B. 0,10 M, pH < 7
C. 0,10 M, pH = 7
D. 0,15 M, pH > 7
E. 0,15 M, pH = 7

Pembahasan
Titrasi asam lemah dengan basa kuat.

CH3COOH + NaOH → CH3COONa + H2O

Pada titik setara, titik C, larutan bersifat basa karena hidrolisis parsial dari garam yang terbentuk (CH3COONa). Sehingga pH > 7.

Konsentrasi larutan CH3COOH:
Dengan rumus titrasi asam basa:

dengan n1 = n2 = 1 diperoleh

Soal No. 8
Sebanyak 2 gram cuplikan NaOH dilarutkan dalam 250 mL air kemudian 20 mL dari larutan ini dititrasi dengan larutan HCl 0,1 M, diperoleh data:



Kadar NaOH dalam cuplikan tersebut adalah....(Mr NaOH = 40)
A. 20%
B. 25%
C. 40%
D. 62,5%
E. 75%
UN 2011 P54
Pembahasan
Data:
Volume HCl untuk titrasi:
V = (24 + 25 + 26) : 3 = 25 mL

Volume NaOH titrasi :
V = 20 mL

Konsentrasi NaOH:


Kadar NaOH:
M = 0,125 M
Mr = 40
V = 250 mL = 250 × 10−3 L
massa cuplikan = 2 gram

Soal No. 9
Perhatikan grafik titrasi asam basa berikut!



Pernyataan yang benar terkait gambar di atas adalah....
A. (1) titrasi asam kuat dengan basa kuat, (2) titrasi basa kuat dengan asam kuat
B. (1) titrasi basa kuat dengan asam kuat, (2) titrasi asam lemah dengan basa kuat
C. (1) titrasi asam kuat dengan basa kuat, (2) titrasi basa lemah dengan asam kuat
D. (1) titrasi asam lemah dengan basa kuat, (2) titrasi basa lemah dengan asam kuat
E. (1) titrasi basa kuat dengan asam kuat, (2) asam kuat dengan basa kuat

Pembahasan
Jawab D.
(1) titrasi asam lemah dengan basa kuat, pH titik ekivalen lebih besar dari 7.
(2) titrasi basa lemah dengan asam kuat, pH titik ekivalen lebih kecil dari 7.


Semoga dengan postingan diatas yang berjudul Pembahasan Soal Titrasi Asam Basa Kimia SMA Kelas 11 dapat bermanfaat untuk adik adik semuanya yang sedang mencari beberapa refrensi untuk soal kimia yang lengkap dengan pembahasan nya yang khususnya untuk materi soal titrasi asam basa untuk sma kelas 11. Dan apabila berkenan cobalah untuk saling berbagi untuk temannya yang bisa di share di facebook. Sumber : http://kimiastudycenter.com

Kamis, 18 Mei 2017

Contoh Soal Katabolisme Dan Anabolisme Kunci Jawaban

Contoh Soal Katabolisme Dan Anabolisme Kunci JawabanKatabolisme adalah lintasan metabolisme yang merombak suatu substrat kompleks molekul organik menjadi komponen-komponen penyusunnya sambil melepaskan energi, pada umumnya berupa ATP. Anabolisme adalah lintasan metabolisme yang menyusun beberapa senyawa organik sederhana menjadi senyawa kimia atau molekul kompleks. Proses ini membutuhkan energi dari luar. Energi yang digunakan dalam reaksi ini dapat berupa energi cahaya ataupun energi kimia.

Contoh Soal Katabolisme Dan Anabolisme Kunci Jawaban



Contoh Soal Katabolisme Dan Kunci Jawaban

Nomor 1
Pada proses respirasi sel, tahap yang paling banyak menghasilkan ATP adalah....
A. glikolisis
B. siklus Krebs
C. rantai transfer elektron
D. oksidasi asam piruvat
E. oksidasi asetil Co.A

Jawaban: C

Nomor 2
Pada respirasi aerob, oksigen berperan pada proses....
A. glikolisis
B. pembentukan asetil Co.A
C. siklus Krebs
D. sistem transfer elektron
E. pembentukan ATP

Jawaban: D

Nomor 3
Diberikan 4 senyawa:
  1. FADH2
  2. NADH
  3. ATP
  4. ADP
Senyawa berenergi tinggi yang dihasilkan dalam glikolisis dan siklus Krebs adalah....
A. 1, 2, dan 3
B. 1 dan 3
C. 2 dan 4
D. 4 saja
E. semua

Jawaban: A

Nomor 4
Selama berolahraga berat, seorang atlet merasa kelelahan. Hal ini disebabkan.....
A. rendahnya kadar asam laktat dalam otot
B. terjadi proses fermentasi dengan cepat
C. proses glikolisis tidak terjadi
D. laju pembentukan alkohol cepat
E. laju pembentukan asam oksaloasetat cepat

Jawaban: B

Nomor 5
Diberikan 4 hal dibawah ini:
  1. NAD
  2. oksigen
  3. FAD
  4. asam piruvat
Akseptor hidrogen pada rangkaian reaksi respirasi sel adalah....
A. 1, 2, dan 3
B. 1 dan 3
C. 2 dan 4
D. 4 saja
E. semua

Jawaban: E

Nomor 6
Bila dalam siklus asam sitrat dihasilkan NADH2 sebanyak 8 dan FADH2 sebanyak 2, maka setelah melalui proses transfer elektron akan dihasilkan energi sebanyak...
A. 32 ATP
B. 28 ATP
C. 20 ATP
D. 30 ATP
E. 10 ATP

Jawaban: B

Nomor 7
Tahapan respirasi yang sesuai antara tempat dan hasilnya adalah....

Contoh soal katabolisme

Jawaban: C

Nomor 8
Diagram dibawah merupakan proses respirasi aerob dan anaerob.
Contoh soal respirasi aerob
Dari beberapa subtansi tersebut, subtansi manakah yang merupakan subtansi asam laktat?

Jawaban: D




Contoh Soal Anabolisme Kunci Jawaban


Nomor 1
Perhatikan pernyataan dibawah ini:
  1. suhu lingkungan
  2. pH medium
  3. konsentrasi subtrat
  4. jenis subtrat
Kerja enzim tersebut sangat dipengaruhi oleh....
A. 1, 2, dan 3
B. 1 dan 3
C. 2 dan 4
D. 4 saja
E. 1, 2, 3, dan 4

Jawaban: D

Nomor 2
Hal-hal berikut ini yang tidak diperlukan untuk proses fotosintesis adalah...
A. air
B. oksigen
C. karbondioksida
D. sinar matahari
E. klorofil

Jawaban: B

Nomor 3
Perhatikan 4 perangkat dibawah ini:
  1. kompleks antena
  2. membran tilakoid
  3. akseptor elektron
  4. matriks stroma
Fotosistem yang berperan dalam penangkapan energi cahaya matahari tersusun atas klorofil a dan perangkat lain yang ditunjukkan nomor...
A. 1, 2, dan 3
B. 1 dan 3
C. 2 dan 4
D. 4 saja
E. semua

Jawaban: B

Nomor 4
Oksigen yang dihasilkan selama fotosintesis ....
A. berasal dari udara
B. hasil penguraian CO2
C. berasal dari air
D. terbentuk dari reaksi gelap
E. dikeluarkan melalui lentisel

Jawaban: C

Nomor 5
Pada fotosintesis, Siklus Calvin-Benson berlangsung dalam ....
A. klorofil
B. grana
C. stroma
D. sitoplasma
E. lamella kloroplas

Jawaban: C

Nomor 6
Perhatikan pernyataan dibawah ini:
  1. pembebasan oksigen yang berasal dari H2O
  2. fotolisis air
  3. penyerapan sinar terutama sinar nila dan merah
  4. Pengikatan CO2 oleh Ribulosadiphosphat
Jika ke dalam kultur sel berhijau daun dialirkan CO2 dan disinari maka akan terjadi ...
A. 1, 2, dan 3
B. 1 dan 3
C. 2 dan 4
D. 4 saja
E. semua

Jawaban: E

Nomor 7
Bila daun disinari cahaya dengan panjang gelombang 700nm akan menghasilkan...
A. NADPH2
B. oksigen
C. glukosa
D. ATP
E. lemak

Jawaban: D

Nomor 8
Klorofil terdapat dalam kloroplas. Untuk mengekstraknya diperlukan bantuan.....
A. air panas
B. larutan iodium
C. reagen
D. lugol
E. alkohol

Jawaban: E

Nomor 9
Perhatikan pernyataan berikut:
  1. klorofil dan asam fosfogliserat
  2. energi dari ATP
  3. energi dari cahaya
  4. enzim dan RuBP
Reaksi pengikatan CO2 dalam fotosintesis memerlukan....
A. 1, 2, dan 3
B. 1 dan 3
C. 2 dan 4
D. 4 saja
E. semua

Jawaban: D


Baca Juga : Pembahasan Soal Materi Hukum Gerak Newton

Semoga dengan postingan diatas yang berjudul Contoh Soal Katabolisme Dan Anabolisme Kunci Jawaban dapat bermanfaat untuk sobatku semuanya, dan apabila berkenan cobalah untuk share buat temannya yang membutuhkan contoh soal katabolisme dan anabolisme yang lengkap dengan kunci jawabannya pada mata pelajaran kimia ini. Dan cobalah untuk share di facebook ataupun media social lainnya. Sumber : johanakhmadin.web.id

Jumat, 17 Maret 2017

Pembahasan Soal Kelarutan Dan Hasil Kali Kelarutan Ksp

Pembahasan Soal Kelarutan Dan Hasil Kali Kelarutan Ksp

Pembahasan Soal Kelarutan Dan Hasil Kali Kelarutan Ksp - Contoh soal dan pembahasan tentang kelarutan dan hasil kali kelarutan Ksp (tetapan), pengaruh ion sejenis dan pengendapan kimia SMA kelas 11 IPA. Ada tidaknya endapan yang terjadi dapat diperkirakan dengan perhitungan ksp. Juga dibahas tentang penentuah ksp larutan jika diketahui konsentrasi ion H+ atau ion OH- dalam larutan.
Soal No. 1
Diketahui:
Kelarutan PbSO4 dalam air pada suhu tertentu adalah 1,4 × 10−4 mol/L. Tentukan massa PbSO4 yang dapat larut dalam 500 mL air, nyatakan jawaban dalam satuan milligram (mg).
(Ar Pb = 206; S = 32; O = 14)


Pembahasan
Data
V = 500 mL = 0,5 L
s = 1,4 × 10−4 mol/L

Hubungan kelarutan, volume dan jumlah mol dan massa (gram)adalah

dimana
s = kelarutan (mol/L)
v = volume (L)
n = jumlah mol
Sehingga jumlah mol PbSO4

= 0,7 × 10−4  mol
dan massanya adalah


Soal No. 2
Sebanyak 0,7 gram BaF2 (Mr = 175) melarut dalam air murni membentuk 2 L larutan jenuh. tentukan Ksp dari BaF2.

Pembahasan
Jumlah mol dari BaF2 adalah:
n = 0,7 / 175 = 4 × 10−3 mol

Kelarutannya adalah
S = 4 × 10−3 mol / 2 L = 2 × 10−3 mol/L

BaF2             ↔       Ba2+               +       2F
2 × 10−3               2 × 10−3               4 × 10−3

Ksp BaF2 = [Ba2+][F]2
Ksp BaF2 = (2 × 10−3)(4 × 10−3)2 = 3,2 × 10−8

Soal No. 3
Hasil kali kelarutan Ca(OH)2 dalam air adalah 4 × 10−6. Tentukan kelarutan Ca(OH)2.

Pembahasan
Menentukan kelarutan diketahui Ksp



Soal No. 4
Dalam 100 cm3 air dapat larut 1,16 mg Mg(OH)2 (Mr = 58). Harga Ksp dari Mg(OH)2 adalah....
A. 16,0 × 10−12
B. 3,2× 10−11
C. 8,0× 10−10
D. 4,0× 10−10
E. 8,0× 10−8
Ebtanas 2001

Pembahasan
Data:
V = 100 cm3 = 0,1 L
massa = 1,16 mg = 1,16 × 10−3 gram
Mr = 58
Ksp = ....

mol Mg(OH)2 = gram / Mr
mol Mg(OH)2 = 1,16 × 10−3 / 58 = 0,02 × 10−3 mol

s = mol / liter
s = 0,02 × 10−3 / 0,1 = 0,2 × 10−3 mol/L

Mg(OH)2   ↔  Mg2+ + 2OH
    s               s         2s

Ksp = (s)(2s)2 = 4s3
Ksp = 4(0,2 × 10−3)3 = 3,2 × 10−11

Soal No. 5
Harga hasil kali kelarutan (Ksp) Ag2SO4 = 3,2 x 10−5, maka kelarutannya dalam 1 liter air adalah...
(Ebtanas 97)

Data:
Volume V = 1 liter
Ksp Ag2SO4 = 3,2 x 10−5
s =.....

Pembahasan
Ag2SO4 ↔ 2Ag+ + SO4 2−
    s           2s         s

Ksp Ag2SO4 = [Ag+]2[SO4 2−]
Ksp Ag2SO4 = (2s)2(s)
3,2 x 10−5 = 4s3
s3 = 0,8 x 10−5
s3 = 8 x 10−6
s = 2 x 10−2 mol /L

Soal No. 6
Diketahui Ksp Ag2CrO4 = 4 x 10−12. Tentukan kelarutan Ag2CrO4 dalam larutan 0,01 M K2CrO4!

Pembahasan
Menentukan kelarutan pada ion sejenis.

Tentukan dulu kandungan ion pada K2CrO4
Larutan 0,01 M K2CrO4 mengandung:
ion K+ sebanyak 0,02 M
ion CrO42− sebanyak 0,01 M

Kembali ke Ag2CrO4
Ag2CrO4 ↔ 2Ag+ + CrO42−
    s            2s          s

Dari rumus Ksp, biarkan dulu CrO42− nya:



Isi molaritas CrO42− yang berasal dari K2CrO4, yaitu 0,01 M



Soal No. 7
Tentukan hubungan antara kelarutan dengan hasil kali kelarutan untuk senyawa Ag2CrO4

Pembahasan
Misalkan kelarutan Ag2CrO4 adalah s



Hubungan kelarutan dengan Ksp



Soal No. 8
Kelarutan Mg(OH)2 dalam NaOH 0,1 M dengan Ksp Mg(OH)2 = 1,8×10−11 mol3 L−3 adalah ...
A. 1,8×10−13 mol/L
B. 1,8×10−10 mol/L
C. 4,5×10−10 mol/L
D. 1,8×10−9 mol/L
E. 6,7×10−6 mol/L
(un 08)

Pembahasan
NaOH dengan molaritas ion-ionnya:



Mg(OH)2 dengan ion-ion dan kelarutannya:



Dari Ksp Mg(OH)2 :



Soal No. 9
Larutan jenuh X(OH)2 memiliki pOH = 5. Tentukan hasil kali kelarutan (Ksp) dari X(OH)2 tersebut!

Pembahasan
pOH = 5 artinya konsentrasi OH nya diketahui sebesar 10−5 M.

Dari
X(OH)2 → X2+ + 2OH

[OH] = 10−5 M
[X2+] = 1/2 x 10−5 M = 5 x 10−6 M

Ksp = [X2+] [OH]2
Ksp = [5 x 10−6] [10−5]2 = 5 x 10−16

Soal No. 10
50 mL larutan CaCl2 0,1 M dicampur dengan 50 mL larutan larutan NaOH 0,01 M. Tentukan apakah terjadi endapan jika diketahui Ksp Ca(OH)2 adalah 8 x 10−6

Pembahasan
Jika terjadi endapan maka endapan yang terjadi adalah Ca(OH)2. Karena itu tentukan dulu konsentrasi Ca2+ dan OH dalam campuran.

Untuk Ca2+



Untuk OH nya



Tentukan harga Qsp, caranya seperti menentukan Ksp juga



Karena nilai Qsp < nilai Ksp, maka tidak terjadi endapan. Endapan akan terjadi jika Qsp > Ksp.
Soal No. 11
Berikut ini beberapa garam dan Ksp nya:
(1) Cu(OH)2, Ksp = 2,6 × 10−19
(2) Fe(OH)2, Ksp = 8,0 × 10−16
(3) Pb(OH)2, Ksp = 1,4 × 10−20; dan
(4) Mg(OH)2, Ksp = 1,8 × 10−11

Urutan kelarutan senyawa tersebut dari yang kecil ke besar adalah...
A. (1), (2), (3), (4)
B. (2), (4), (1), (3)
C. (3), (1), (2), (4)
D. (3), (2), (4), (1)
E. (4), (2), (1), (3)
(UN 2012)
Pembahasan
Keempat garam memiliki pola yang sama yaitu L(OH)2 sehingga akan memiliki pola rumus kelarutan yang sama pula, hingga tinggal diurutkan dari yang nilai Ksp nya paling kecil yaitu: 3, 1, 2 dan 4. Jika pola garam beda, hitung satu-satu.
Soal no. 12
Sebanyak 200 mL larutan AgNO3 0,02 M, masing-masing dimasukkan ke dalam 5 wadah yang berisi 5 jenis larutan yang mengandung ion S2-, PO43-, CrO42-, Br-, SO42- dengan volume dan molaritas yang sama. Jika harga Ksp
Ag2 S = 2 × 10-49;
Ag3 PO4 = 1 × 10-20;
Ag2 CrO4 = 6 × 10-5;
AgBr = 5 × 10-13;
Ag2 SO4 = 3 × 10-5.

Maka garam yang akan terlarut dalam air adalah…
A. Ag2S dan Ag3PO4
B. Ag2S dan AgBr
C. Ag2CrO4 dan Ag2SO4
D. Ag3PO4dan AgBr
E. AgBr dan Ag2SO4
(UN Kimia 2011)
Pembahasan
200 mL larutan AgNO3 0,02 M → 200 mL × 0,02 M = 4 mmol


Konsentrasi ion Ag+ adalah [Ag+] = 10-2 M
Konsentrasi ion-ion lain dengan kondisi volume dan molaritas yang sama (200 mL dan 0,02 M):


Cek Qsp dari Ag2S Ksp = 2 × 10-49;


Cek Qsp dari Ag3PO4 Ksp =  1 × 10-20;


Cek Qsp dari Ag2CrO4  Ksp = 6 × 10-5;


Cek Qsp dari AgBr Ksp = 5 × 10-13;


Cek Qsp dari Ag2SO4 Ksp 3 × 10-5;


Yang larut memiliki harga Qsp < Ksp.
Jawab: C



Semoga dengan postingan diatas yang berjudul Pembahasan Soal Kelarutan Dan Hasil Kali Kelarutan Ksp dapat bermanfaat untuk adik adik semuanya yang sedang mencari beberapa refrensi contoh soal yang lengkap dengan pembahasannya, sehingga dapat mempelajari dirumah dengan mudah. Sumber: http://kimiastudycenter.com/

Rabu, 15 Maret 2017

44 Contoh Pembahasan Soal Asam Basa Kimia

44 Contoh Pembahasan Soal Asam Basa KimiaAsam dan basa sudah dikenal sejak zaman dulu. Istilah asam (acid) berasal dari bahasa Latin acetum yang berarti cuka. Istilah basa (alkali) berasal dari bahasa Arab yang berarti abu. Basa digunakan dalam pembuatan sabun. Juga sudah lama diketahui bahwa asam dan basa saling menetralkan. Di alam, asam ditemukan dalam buah-buahan, misalnya asam sitrat dalam buah jeruk berfungsi untuk memberi rasa limun yang tajam. Cuka mengandung asam asetat, dan asam tanak dari kulit pohon digunakan untuk menyamak kulit. Asam mineral yang lebih kuat telah dibuat sejak abad pertengahan, salah satunya adalah aqua forti (asam nitrat) yang digunakan oleh para peneliti untuk memisahkan emas dan perak.

Langsung saja simak Pembahasan Materi Soal Asam Basa dibawah ini : 


Soal No.1
Bagaimana cara mengenali suatu larutan bersifat asam asam atau basa?

PEMBAHASAN :
Dengan menggunakan suatu alat yang dapat membedakan mana asam atau basa yang disebut indikator

Soal No.2
A. Jelaskan apa yang dimaksud dengan indikator asam basa
B. Jelaskan persyaratan suatu zat dapat digunakan sebagai indikator asam-basa

PEMBAHASAN :
A. suatu bahan atau alat yang dapat menentukan sifat asam / basa suatu larutan
B. persyaratan suatu zat dapat digunakan sebagai indikator yaitu memiliki warna yang berbeda ketika dimasukan ke dalam larutan asam atau ke larutan basa

Soal No.3
Tuliskan 5 contoh bahan alam yang dapat digunakan untuk indikator asam-basa

PEMBAHASAN :
Kembang sepatu
Kol ungu
Kunyit
Daun pandan
Bunga kertas

Soal No.4
Apa yang dimaksud dengan asam basa menurut Arrhenius, tuliskan contohnya

PEMBAHASAN :
Asam : Zat yang dimasukan ke dalam air akan menghasilkan ion H+
Contoh :
Asam
HCl → H+ + Cl–
Basa
NaOH → Na+ + OH–
Basa : Zat yang dimasukan ke dalam air akan menghasilkan ion OH–

Soal No.5
Lengkapi persamaan reaksi ionisasi asam/ basa berikut:
a. CH3COOH(aq) →
b. H2CO3(aq) →
c. HNO3(aq) →
d. NH4OH(aq) →
e. Ca(OH)2 →

PEMBAHASAN :
a. CH3COOH(aq) → CH3COO–(aq) + H+(aq)
b. H2CO3(aq) → 2H+(aq) + CO32-(aq)
c. HNO3(aq) → H+(aq) + NO3(aq)
d. NH4OH(aq) → NH4+(aq) + OH–(aq)
e. Ca(OH)2 ¬ → Ca2+(aq) + 2OH–(aq)

Soal No.6
Tuliskan perbedaan asam lemah dan asam kuat menurut teori asam-basa Arrhenius

PEMBAHASAN :
Asam lemah : asam yang derajat ionisasinya lebih kecil dibanding asam kuat atau kurang  terurai dan sedikit menghasilkan ion H+ dalam larutannya
Asam kuat : asam yang derajat ionisasinya besar atau mudah terurai dan banyak menghasilkan ion H+ dalam larutannya

Soal No.7
Tuliskan pengertian asam basa menurut Bronsted-Lowry

PEMBAHASAN :
Asam : pemberi/donor proton (H+)
Basa : penerima/akseptor proton (H+)

Soal No.8
Tentukan spesi yang bertindak sebagai asam dan basa dan pasangan asam-basa konjugasinya
a. H2O(l) + NH3(aq) ⇔ NH4+ (aq) + OH (aq)
b. H2PO4– (aq) + H2O(l) ⇔ H3PO4(aq) + OH–(aq)
c. HPO42- (aq) + H2O(l) ⇔ PO43-(aq) + H3O+(aq)
d. HCN (aq) + H2O(aq) ⇔ CN–(aq) + H3O+(aq)
e. NH3(l) + NH3(l) ⇔ NH4+(l) + NH2–(l)

PEMBAHASAN :
Tentukan spesi yang bertindak sebagai asam dan basa dan pasangan asam-basa konjugasinya


Soal No.9
Apa yang dimaksud asam-basa menurut teori lewis dan tuliskan contohnya

PEMBAHASAN :
Asam : Penerima/akseptor pasangan elektron
Basa : Pemberi/donor pasangan elektron
Contoh:
NH3 + BF3 → NH3BF3
Basa  asam
NH3 memberikan pasangan elektron bebasnya ke BF3 yang tidak oktet

Soal No.10
Jelaskan kelebihan teori asam-basa Arrhenius, Bronsted-Lowry, dan Lewis

PEMBAHASAN :
Kelebihan Arrhenius : mampu menjelaskan proses netralisasi lebih baik dibanding  teori-teori sebelumnya
Kelebihan Brosted-Lowry : Dapat menjelaskan basa yang tidak memiliki ion OH– dan tidak terbatas pada pereaksi air.
Kelebihan Lewis : Dapat menjelaskan asam yang tidak memiliki ion H+, dapat menjelaskan asam basa tanpa ada H+ dan OH–

Soal No.11
Jelaskan sifat asam dan basa dan tentukan pula pasangan asam-basa konjugasi dari larutan tersebut
a. CH3COOH
b. NaOH

PEMBAHASAN :
a. CH3COOH = bersifat asam. Basa konjugasinya adalah CH3COO–
b. NaOH = bersifat basa. Asam konjugasinya adalah Na+

Soal No.12
Jelaskan bagaimana larutan H2PO4– dalam air dapat bersifat asam dan dapat pula bersifat basa

PEMBAHASAN :
Bersifat asam dengan melepaskan 1H+
H2PO4– → HPO42-
Bersifat basa dengan menerima 1 H+
H2PO4– → PO42-

Soal No.13
Perhatikan reaksi yang terjadi pada ion bikarbonat berikut
HCO3–(aq) + H2O(l) ⇔ CO32-(aq) + H3O+(aq)
HCO3–(aq) + H2O(l) ⇔ H2CO3(aq) + OH–(aq)
Tentukan pasangan asam-basa konjugasi pada reaksi di atas

PEMBAHASAN :
Tentukan pasangan asam-basa konjugasi pada reaksi


Soal No.14
Konsep asam basa menurut Lewis dapat digunakan untuk menjelaskan reaksi asam-basa yang terjadi pada:
CO2(g) + H2O(l) ⇔ H2CO3(aq)
Gambarkan struktur Lewis dari reaksi tersebut. Jelaskan manakah molekul yang bertindak sebagai asam dan sebagai basa

PEMBAHASAN :
Konsep asam basa menurut Lewis


Yang bertindak sebagai asam yaitu CO2 karena menerima pasangan elektron sedangkan yang bertindak sebagai basa yaitu H2O karena memberikan 1 pasangan elektron

Soal No.15
Jelaskan kelemahan dari konsep asam-basa Bronsted-Lowry

PEMBAHASAN :
Tidak mampu menjelaskan reaksi asam basa yang tidak melibatkan proton (H+)

Soal No.16
Jika nilai Kw pada 100oC  dianggap 10-12, berapa konsentrasi ion H+ dan OH– dalam air murni pada suhu tersebut!

PEMBAHASAN :
Kw = [H+].[OH–] 10-12  =  [H+].[OH–] Reaksi swaionisasi air
H2O ⇔ H+ + OH–
Karena koefisiennya sama maka, [H+] = [OH–] 10-12  =  [H+].[H+] 10-12  =  [H+]2
[H+] =  = 10-6 M
Maka [OH–] = 10-6 M

Soal No.17
Hitunglah konsentrasi ion H+ dan ion OH– dalam:
a. Larutan H2SO4 0,1 M
b. 100 mL larutan Ba(OH)2 5 x 10-4 M
c. Larutan HBrO 0,1 M Ka = 4 x 10-9
d. Larutan NH3 0,1 M Kb = 10-5

PEMBAHASAN :
Hitunglah konsentrasi ion H+ dan ion OH– dalam


Soal No.18
Hitunglah berapa persen HCN yang terionisasi dalam larutan HCN 0,1 M jika diketahui nilai Ka HCN = 6,4 x 10-12

PEMBAHASAN :
Hitunglah berapa persen HCN yang terionisasi dalam larutan HCN


Soal No.19
Hitunglah konsentrasi masing-masing spesi dalam larutan asam lemah H2CO3 0,1 M jika diketahui Ka1 = 4,2 x 10-7 dan Ka2 = 4,8 x 10-11

PEMBAHASAN :
Hitunglah konsentrasi masing-masing spesi dalam larutan asam lemah


Soal No.20
Jika diketahui nilai Ka beberapa asam berikut.

Tentukan:
a. Asam yang paling kuat dan yang paling lemah
b. Urutan kekuatan asam dari yang paling lemah ke yang paling kuat

PEMBAHASAN :
a. Rumusan [H+] untuk asam lemah yaitu [H+] = , dimana nilai Ka berbanding lurus dengan [H+], semakin besar Ka maka [H+] semakin besar artinya semakin kuat asamnya begitu pula sebaliknya. Jadi untuk menentukan mana yang paling kuat berarti Ka yang paling besar yaitu HIO3 (Ka = 1,6 x 10-1). Sedangkan yang paling lemah berarti nilai Ka nya kecil yaitu HbrO (Ka = 2,3 x 10-9)
b. Asam dari yang paling lemah ke yang paling kuat (Ka kecil ke Ka besar)
HBrO – C6H5COOH – HF – HClO2 – HIO3

Soal No.21
Hitunglah pH larutan :
a. Ba(OH)2 0,0005 M
b. HCl 0,02 M
c. CH3COOH 0,1 M (Ka = 10-5)
d. NH3 0,1 M (Kb = 10-5)
e. HF 0,1 M (Ka = 8,1  x 10-4)

PEMBAHASAN :
Hitunglah pH larutan


Soal No.22
Larutan HA 0,1 M mempunyai pH = 3. Hitunglah nilai Ka dan derajat ionisasi (α) asam tersebut.

PEMBAHASAN :
Hitunglah nilai Ka dan derajat ionisasi (α) asam


Soal No.23
Suatu basa lemah BOH 0,01 M mempunyai nilai pH = 9+log 2. Hitunglah nilai Kb basa tersebut.

PEMBAHASAN :
Hitunglah nilai Kb basa


Soal No.24
Larutan asam klorida (HCl) 0,1 M dan larutan H2SO4 0,1 M dengan volume yang sama dicampur menjadi satu. Hitunglah pH campuran larutan tersebut

PEMBAHASAN :
Misal :
Volume HCl = v mL
Volume H2SO4 = v mL
maka nH+total = nH+1 + nH+2
nH+1 dari HCl
nH+1 = a . Ma. V = 1 x 10-1 . V  = 10-1 V
nH+2 dari H2SO4
nH+2 = a . Ma.V = 2 x 10-1 V
nH+total = nH+1 + nH+2 = 0,1V + 0,2V = 0,3V
[H+] = n/V total = 0,3 V/ (V +V) = 0,3/2 = 0,15 = 1,5 x 10-1
pH = 1 – log 1,5

Soal No.25
Sebanyak 400 mL larutan mempunyai pH = 1 dicampur dengan 100 mL larutan yang mempunyai pH = 2. Hitunglah pH campuran yang terjadi

PEMBAHASAN :
Hitunglah pH campuran


Soal No.26
Indikator Hin memiliki Ka = 10-5. Jika HIn berwarna merah dan In– berwarna kuning, pH berapa indikator akan berwarna merah dan pH berapa berwarna kuning?

PEMBAHASAN :
Agar warna larutan berwarna HIn maka pH larutan harus lebih kecil dari pKa dan jika ingin berwarna In– maka pH larutan harus lebih besar dari pKa. Jika Ka = 10-5 maka pKa nya = 5. Untuk berwarna merah (HIn) maka pHnya harus lebih kecil dari 5 (pH < 5). Sedangkan untuk berwarna kuning (In–) maka pHnya harus lebih besar dari 5 (pH > 5)

Soal No.27
Suatu larutan yang bersifat asam HB 0,1 M memiliki warna yang sama ketika ditetesi dengan indikator universal dengan larutan HCl 0,001 M. Tentukan nilai Ka dari HB

PEMBAHASAN :
Jika menghasilkan warna yang sama maka pH kedua larutan sama, artinya [H+] nya sama

Soal No.28
Suatu larutan jika ditetesi indikator metil merah berwarna jingga, jika di tetesi indikator metil jingga berwarna kuning. Berdasarkan tabel berikut perkirakan rentang pHnya

Warna apa yang akan terlihat jika larutan tersebut ditambahkan BTB?

PEMBAHASAN :
Dengan penambahan Metil merah = Jingga artinya pHnya diantara 4,4 – 6,2 (perpaduan warna)
Dengan penambahan metil jingga = kuning, artinya pHnya > 4,4
Jika dibuat diagramnya

pH berada pada rentang :   4,4 < pH < 6,2
Jika ditambah BTB maka akan ada dua kemungkinan:
Jika pHnya < 6 maka berwarna kuning
Jika pHnya 6 < pH < 6,2 maka warnanya akan hijau

Soal No.29
Indikator klorofenol merah memiliki trayek pH 4,8 – 6,4 dengan perubahan warna kuning-merah. Bagaimana perubahan warna jika ditetesi:
a. CH3COOH 0,1 M (Ka = 10-5)
b. NaOH 0,01 M
c. Air murni

PEMBAHASAN :
Indikator klorofenol merah


Soal No.30
Diketahui beberapa indikator berikut

a. Apa warna larutan CH3COOH 0,1 M ( Ka = 10-5) jika ditetesi ketiga indikator di atas?
b. Jika suatu larutan berwarna hijau dengan penambahan BTB. Apa larutan tersebut jika ditambah PP
c. Jika suatu larutan ditambah metil jingga berwarna merah, apa warna larutan jika ditetesi bromtimol biru?

PEMBAHASAN :
contoh soal indikator asam basa


Soal No.31
Tentukan pH larutan sebelum dicampur dan sesudah dicampur jika 100 mL larutan H2SO4 0,1 M direaksikan dengan 100 mL larutan KOH 0,1 M

PEMBAHASAN :
pH sebelum dicampur
pH H2SO4 (asam kuat)
[H+] = a. Ma = 2 . 10-1 M
pH = 1 – log 2
pH KOH (basa kuat)
[OH–] = b. Mb = 1 . 10-1 M
pOH = 1, pH = 14 – 1 = 13
PH sesudah dicampur
n H2SO4 = M x V = 0,1M x 100 ml = 10 mmol
n KOH = M x V = 0,1M x 100 ml = 10 mmol

Soal No.32
100 mL larutan asam yang mempunyai pH = 1 dicampur dengan 50 mL larutan basa yang mempunyai pH = 13 hitung pH larutan yang terjadi

PEMBAHASAN :
[H+] dari larutan dengan pH = 1 yaitu 10-1 M
[OH–] dari larutan dengan pH = 13 atau pOH = 14 -13 = 1 yaitu 10-1 M
Reaksikan H+ dengan OH–
nH+ = M  x V = 10-1 x 100 ml = 10 mmol
nOH– = M x V = 10-1 x 50 ml = 5 mmol

Soal No.33
Berapakah volume larutan NaOH 1 M yang diperlukan untuk menetralkan 50 mL larutan H2SO4 0,5 M?

PEMBAHASAN :
Menggunakan rumus netralisasi
a.Ma. Va = b. Mb. Vb
2.0,5M. 50 ml = 1. 1 M. Vb
Vb = 50 ml

Soal No.34
Berapakah konsentrasi 5 mL HCl yang dapat dinetralkan oleh 20 mL larutan Ba(OH)2 0,001 M?

PEMBAHASAN :
Menggunakan rumus netralisasi
a.Ma.Va = b. Mb.Vb
1. Ma. 5 mL = 2 . 0,001 M. 20 mL
Ma = 0,04/5 = 0,008 M

Soal No.35
Tentukan gram Ca(OH)2¬ yang diperlukan untuk menetralkan 10 mL larutan HNO3 0,05 M, jika diketahui Ar Ca = 40, O = 16, dan H = 1?

PEMBAHASAN :
Menggunakan rumus netralisasi
a.Ma.Va = b.Mb. Vb
1.0,05 M. 10 mL = 2. Mol basa
Mol b = 0,25 mmol
Gr = mol x Mr = 0,25 mmol x 74 = 18,5 mgram = 0,0185 gram

Soal No.36
Tentukan pH larutan jika 100 mL larutan HCl 0,1 M direaksikan dengan 99,9 mL larutan NaOH 0,1 M (anggap volume campuran = 200 mL)

PEMBAHASAN :
Tentukan pH larutan jika 100 mL larutan HCl 0,1 M


Soal No.37
Campuran NaOH dan KOH padat yang massanya 4,8 gram dapat menetralkan 100 mL larutan HCl 1 M. Berapa gram massa NaOH dan KOH dalam campuran tersebut?

PEMBAHASAN :
Berapa gram massa NaOH dan KOH dalam campuran tersebut


Soal No.38
Tentukan konsentrasi NaOH 50 mL yang dapat dinetralkan oleh larutan H2SO4 0,1 M sebanyak 10 mL

PEMBAHASAN :
Menggunakan rumus netralisasi
a.Ma.Va =b.Mb.Vb
2.0,1 M. 10 mL = 1. Mb. 50 mL
Mb = 2/50 = 0,04 M

Soal No.39
Berapa volume (dalam cm3) NaOH 0,1 M yang diperlukan untuk menetralkan 25 cm3 larutan H2SO4 0,3 M?

PEMBAHASAN :
Menggunakan rumus netralisasi
a.Ma.Va =b.Mb.Vb
2. 0,3 M. 25 cm3 = 1. 0,1 M. Vb
Vb = 15/0,1 = 150 cm3

Soal No.40
Magnesium hidroksida (Mg(OH)2) dikenal sebagai bubur magnesia yang dapat dibentuk dari reaksi antara larutan natrium hidroksida dengan larutan magnesium klorida. Berapa cm3 larutan natrium hidroksida 0,3 M yang diperlukan agar tepat habis bereaksi dengan 75 cm3 larutan magnesium klorida 0,2 M? Berapa gram magnesium hidroksida maksimum yang dapat dihasilkan? (Ar Mg = 24, O = 16, dan H = 1)

PEMBAHASAN :
Reaksi yang terjadi:
Mol NaOH = M x V = 0,3 M . x cm3 = 0,3x mmol
Mol MgCl2 = M x V = 0,2 M . 75 cm3 = 15 mmol
Agar tepat habis bereaksi maka NaOH & MgCl2 harus habis
2NaOH + MgCl2 → Mg(OH)2 + 2NaCl
Mula2        0,3 x      15                –                 –
Reaksi        0,3x       0,15x   –   0,15x        0,3x +
Sisa               –         15 – 0,15x  0,15x      0,3x
15 – 0,15x = 0 (habis bereaksi)
15 = 0,15x
x =15/0,15 =100 cm3 (volume NaOH)
Menentukan gram Mg(OH)2
n Mg(OH)2 = 0,15x = 0,15.100 = 15 mmol = 0,015 mol
Gr = n x Mr = 0,015 mol x 58 = 0,87 gram

Soal No.41
Untuk menentukan kemolaran larutan NaOH, dilakukan titrasi dengan larutan asam klorida 0,1 M sebanyak 25 mL. Ternyata NaOH tersebut tepat memerahkan warna indikator PP pada saat volumenya 29 mL. Tentukan konsentrasi NaOH tersebut.

PEMBAHASAN
Menggunakan rumus titrasi
a.Ma.Va = b.Mb.Vb
0,1 M. 25 mL = 1. Mb. 29 mL
Mb = 2,5/ 29 = 0,086 M

Soal No.42
Suatu contoh cuplikan yang mengandung logam besi bermassa 2 gram direaksikan dengan 100 mL larutan asam klorida 0,100 M. Kelebihan asam klorida dititrasi dengan KOH 0,125 M dan menghabiskan KOH sebanyak 32 mL. Tentukan kadar besi dalam cuplikan tersebut jika Ar Fe = 56 dan reaksi yang terjadi
Fe(s) + 2HCl(aq) → FeCl2(aq) + H2(g)

PEMBAHASAN :
Tentukan kadar besi dalam cuplikan


Soal No.43
Larutan asam cuka (CH3COOH) sebanyak 25 cm3 dititrasi dengan larutan NaOH 0,100 M, ternyata menghabiskan NaOH sebanyak 30 cm3. Hitunglah kemolaram asam cuka tersebut

PEMBAHASAN :
Hitunglah kemolaram asam cuka tersebut


Soal No.44
Untuk menentukan kadar asam cuka makan, diambil 10 mL larutan cuka makan kemudian diencerkan sampai volumenya 50 mL. Dari larutan yang telah diencerkan tersebut, diambil 5 mL kemudian dititrasi dengan larutan NaOH 0,100 M, dan menghabiskan 20 mL. Jika kadar cuka murni 17,4 M; tentukan berapa persen kadar cuka makan tersebut.

PEMBAHASAN :
menentukan kadar asam cuka makan


Semoga dengan postingan diatas yang berjudul 44 Contoh Pembahasan Soal Asam Basa Kimia dapat bermanfaat untuk sobatku semuanya yang sedang ingin mencari contoh soal dan juga pembahasan soal asam basa, dan dengan refrensi soal tersebut pastinya akan mempermudah adik adik semuanya dalam belajar soal asam basa dirumah. Sumber : http://tanya-tanya.com