Minggu, 30 April 2017

Pembahasan Soal Kemampuan Numerik Tes Potensi Akademik (TPA)

Pembahasan Soal Kemampuan Numerik Tes Potensi Akademik (TPA) - Tes Kemampuan Numerik merupakan salah satu jenis Tes Kemampuan Akademik yang biasanya berupa urutan angka-angka yang berbentuk barisan atau deret. Pada postingan ini akan dibahas beberapa soal tes kemampuan numerik yang dapat dijadikan bahan acuan dalam mengahadapi SBMPTN, CPNS dan lainnya.

Pembahasan Soal Kemampuan Numerik Tes Potensi Akademik (TPA)
Nomor 1
1, 3, 4, 7, 11, 18, 29, ...
A. 49
B. 47
C. 36
D. 33
E. 31

Pembahasan
Pola dari barisan bilangan soal nomor 1 adalahs sebagai berikut:
1 dan 3 = nilai awal
1 + 3 = 4
3 + 4 = 7
4 + 7 = 11
7 + 11 = 18
11 + 18 = 29
Jadi angka berikutnya adalah 18 + 29 = 47
Jawaban: B

Nomor 2
111, 303, 414, - 111, 303, - 414, - 111, - 303, ..., ...
A. - 111, 414
B. 111, - 414
C. - 414, 111
D. - 414, - 111
E. 414, 111

Pembahasan
Pola dari barisan bilangan nomor 2 adalah sebagai berikut:
111 dan 303 = nilai awal
111 + 303 = 414
303 - 414 = - 111
414 + (- 111) = 303
- 111 - 303 = - 414
303  + (- 414) = - 111
- 414 - (- 111) = - 303
Jadi angka selanjutnya:
- 111 + (- 303) = - 414
- 303 - (- 414) = 111
Jawaban: C

Nomor 3
4, 8, 20, 6, 12, ...
A. 16
B. 18
C. 24
D. 30
E. 36

Pembahasan
Pola dari barisan bilangan nomor 3 dapat dipecah menjadi 2 yaitu:
4, 8, 20 dengan pola 4 x 2 = 8 dan 4 x 5 = 20.
6, 12, ... maka 6 x 2 = 12 dan 6 x 5 = 30
Jawaban: D

Nomor 4
- 1, 1, 3, 17, 20, 23, 11,  ...
A. 5
B. 7
C. 11
D. 13
E. 26

Pembahasan
Barisan bilangan nomor 4 dapat dipecah menjadi 3 barisan yaitu:
- 1, 1, 3 dengan pola - 1 + 2 = 1 dan 1 + 2 = 3.
17, 20, 23 dengan pola 17 + 3 = 20 dan 20 + 3 = 23
11, ... dengan pola 11 + 2 = 13 maka angka selanjutnya 13
Jawaban: D

Nomor 5
10, 24, 38, 52, ...
A. 54
B. 56
C. 60
D. 64
E. 66

Pembahasan
Pola dari bilangan nomor 5 sebagai berikut:
10 + 14 = 24
24 + 14 = 38
38 + 14 = 52
Jadi angka selanjutnya 52 + 14 = 66
Jawaban: E

Nomor 6
1, 3, 4, 8, 7, 13, 10, ...
A. 12
B. 14
C. 16
D. 18
E. 20

Pembahasan
Pola bilangan nomor 6 adalah:
1 + 3 = 4
3 + 5 = 8
4 + 3 = 7
8 + 5 = 13
7 + 3 = 10
Jadi angka selanjutnya 13 + 5 = 18
Jawaban: D

Nomor 7
5, 10, 7, 12, 9, ...
A. 13
B. 14
C. 15
D. 16
E. 17

Pembahasan
Barisan bilangan nomor 7 dapat dipecah menjadi 2
5, 7, 9 dengan pola 5 + 2 = 7 dan 7 + 2 = 9
10, 12, ...dengan pola 10 + 2 = 12 dan selanjutnya 12 + 2 = 14
Jawaban: B

Nomor 8
4, 5, 8, 15, 16, 45, 32, ...
A. 19
B. 64
C. 90
D. 96
E. 135

Pembahasan
Barisan bilangan nomor 8 dapat dipecah menjadi 2 yaitu:
4, 8, 16, 32 dengan pola 4 x 2 = 8, 8 x 2 = 16, 16 x 2 = 32.
5, 15, 45, ... dengan pola 5 x 3 = 15, 15 x 3 = 45 dan angka selanjutnya 45 x 3 = 135
Jawaban: E

Nomor 9
7, 5, 11, 6, 13, 9, 17, 10, 19, ..., ...
A. 11, 21
B. 11, 23
C. 13, 23
D. 13, 21
E. 14, 23

Pembahasan
Barisan bilangan dipecah menjadi 2 yaitu
7, 11, 13, 17, 19, ... dengan pola 7 + 4 = 11, 11 + 2 = 13, 13 + 4 = 17, 17 + 2 = 19 dan selanjutnya 19 + 4 = 23.
5 , 6, 9, 10, ... dengan pola 5 + 1 = 6, 6 + 3 = 9, 9 + 1 = 10 dan selanjutnya 10 + 3 = 13
Jawaban: C

Nomor 10
12, 3, 9, 13, 5, 12, 14, 7, 15, ...
A. 9
B. 10
C. 15
D. 16
E. 18

Pembahasan
Barisan bilangan dipecah menjadi 3 yaitu (lompat 2 angka)
12, 13, 14, ...dengan pola 12 + 1 = 13, 13 + 1 = 14 dan selanjutnya 14 + 1 = 15
3, 5, 7 dengan pola tambah 2.
9, 12, 15 dengan pola tambah 3.
Jawaban: C

Nomor 11
6, 7, 5, 10, 12, 10, 14, 17, 15, 18, ..., ...
A. 15, 16
B. 16, 18
C. 20, 18
D. 22, 20
E. 22, 24

Pembahasan
Pecah barisan bilangan menjadi 3 (lompat 2 angka) yaitu:
6, 10, 14, 18 dengan pola ditambah 4.
7, 12, 17, ... dengan pola 7 + 5 = 12, 12 + 5 = 17 dan selanjutnya 17 + 5 = 22
5, 10, 15, ... dengan pola ditambah 5 sehingga angka selanjutnya 15 + 5 = 20
Jawaban: D



Semoga dengan postingan diatas yang berjudul Pembahasan Soal Kemampuan Numerik Tes Potensi Akademik (TPA) dapat bermanfaat untuk sobatku semuanya, dan jangan lupa share buat temannya yang sedang membutuhkan soal tes potensi akademik ini dan cobalah share di facebook ataupun media social lainnya.

Pembahasan Soal Tes Psikotes Kemampuan Penalaran Analitik

Pembahasan Soal Tes Psikotes Pemampuan Penalaran Analitik - Dibawah ini merupakan pembahasan soal psikotes kemampuan penalaran analitik yang menguji kecerdasan menarik kesimpulan dan pemecahan masalah. Pembahasan soal ini dapat dijadikan bahan acuan dalam menghadapi ujian seperti SBMPTN, CPNS dan lainnya. Oke, langsung saja dapat disimak pembahasan soal kemampuan penalaran analitik dibawah ini.

Pembahasan Soal Tes Psikotes Kemampuan Penalaran Analitik

Pernyataan dibawah ini digunakan untuk menjawab soal nomor 1 - 3
Adi, Budi, Canda, Doni, Edi dan Firman diminta untuk berbaris urut dimulai dari tinggi badan yang paling tinggi ke paling rendah. Kondisinya dijabarkan sebagai berikut:
  1. Edi lebih pendek daripada Candra dan lebih tinggi dari Firman.
  2. Adi lebih tinggi daripada Firman dan lebih rendah daripada Doni.
  3. Budi lebih rendah daripada Adi dan lebih tinggi daripada Firman.
  4. Doni lebih tinggi daripada Candra.

Nomor 1
Yang paling pendek dari ke enam peserta tersebut adalah...
A. Adi
B. Budi
C. Candra
D. Doni
E. Firman

Nomor 2
Budi berada pada urutan...
A. 6
B. 5
C. 3
D. 2
E. 1

Nomor 3
Urutan peserta dari tertinggi hingga terpendek adalah....
A. Candra, Doni, Adi, Edi, Firman dan Budi
B. Firman, Adi, Doni, Candra, Edi dan Budi
C. Adi, Budi, Doni, Candra, Edi, Firman
D. Doni, Candra, Edi, Adi, Budi, Firman
E. Edi, Candra, Doni, Adi, Budi, Firman

Pembahasan
E < C dan E > F atau C > E > F
A > F dan A < D atau D > A > F
B < A dan B > F atau A > B > F
D > C
Jadi Urutan tertinggi hingga terpendek adalah D > C > E > A > B > F
Sehingga kesimpulannya:
Yang terpendek Firman (jawaban nomor 1 = E)
Budi berada pada urutan ke-5 (jawaban nomor 2 = B)
Urutan tertinggi ke terpendek: Doni - Candra - Edi - Adi - Budi - Firman (jawaban nomor 3 = D)

Pernyataan dibawah ini digunakan untuk menjawab soal nomor 4 - 8
Dibawah ini adalah usia dan skor psikotes enam calon PNS (A, B, C, D, E, F)
  1. A lebih tua dari pada F dan skornya lebih rendah daripada B.
  2. B lebih muda daripada F dan skornya lebih tinggi daripada C.
  3. C lebih muda daripada A dan skornya lebih tinggi daripada A.
  4. D lebih tua daripada E dan skornya lebih rendah daripada F.
  5. E lebih tua daripada A dan skornya lebih tinggi dari B.
  6. F lebih muda daripada C dan skornya lebih rendah daripada A.

Nomor 4
Siapa yang lebih muda dan skornya lebih rendah dari A?
A. F
B. E
C. D
D. C
E. B

Nomor 5
Siapa yang paling tua?
A. F
B. E
C. D
D. C
E. B

Nomor 6
Siapa yang lebih tua dan skornya lebih tinggi dari C?
A. F
B. E
C. D
D. B
E. A

Nomor 7
Siapa yang usianya lebih muda dan skornya lebih rendah dari A dan C?
A. F
B. E
C. D
D. C
E. B

Pembahasan
Usia
A > F
B < F
C < A
D > E
E > A
F < C
Samakan tandanya
A > F
F > B
A > C
D > E
E > A
C > F
Jadi urutan usia D > E > A > C > F > B

Skor:
A < B
B > C
C > A
D < F
E > B
F < A
Samakan tandanya:
B > A
B > C
C > A
F > D
E > B
A > F
Urutan skor E > B > C > A > F > D
Kesimpulan:
Jadi urutan usia D > E > A > C > F > B
Urutan skor E > B > C > A > F > D
Yang lebih muda dan skor lebih rendah dari A adalah F (nomor 4 jawaban: A)
Yang paling tua D (nomor 5 jawabannya : C)
Yang lebih tua dan skor lebih tinggi dari C adalah E (nomor 6 jawabannya: B)
Yang lebih muda dan skor lebih rendah dari A dan C adalah F (nomor 7 jawabannya: A)

Pernyataan dibawah ini digunakan untuk menjawab soal nomor 8 - 10
Adi, Budi dan Candra sebaya. Ayah mereka mulai bekerja pada usia 25 tahun. Perusahaan mengharuskan pegawainya pensiun pada usia 60 tahun.
  1. Tahun ini usia ayah Adi tiga kali Adi.
  2. Tahun ini usia ibu Budi tiga kali usia Budi, tiga tahun lebih muda daripada usia ayah Budi
  3. Tiga tahun lalu perbandingan usia Candra dengan ayah Candra sama dengan perbandingan usia Adi dengan ayah Adi tahun ini.
  4. Tahun ini ayah Adi memasuki masa pensiun.

Nomor 8
Berapa usia ketiga anak tersebut tahun lalu?
A. 18 tahun
B. 19 tahun
C. 20 tahun
D. 21 tahun
E. 22 tahun

Nomor 9
Urutan ketiga anak itu berdasarkan usia ayahnya dari termuda hingga tertua adalah..
A. Adi, Budi, Candra
B. Budi, Candra, Adi
C. Candra, Adi, Budi
D. Budi, Adi, Candra
E. Candra, Budi, Adi

Nomor 10
Berapa tahun masa kerja ayah Candra tahun ini?
A. 19
B. 26
C. 29
D. 30
E. 32

Pembahasan
Misal
A = usia Adi
B = usia Budi
C = usia Candra
AA = usia Ayah Adi
AB = usia Ayah Budi
IB = usia ibu Budi
AC = usia Ayah Candra
Ayah bekerja pada usia 25 tahun.

Dari pernyataan didapat:
AA = 3A
IB = 3B dan IB = AB - 3
AC - 3 = 3(C - 3)

AA = 60 tahun

Maka:
AA = 3A --> 60 tahun = 3A jadi A = 20 tahun.
A = B = C = 20 tahun.
IB = 3B maka IB = 3 . 20 tahun = 60 tahun maka AB = IB + 3 = 60 + 3 = 63 tahun.
AC - 3 = 3 (20 - 3) maka AC = 51 + 3 = 54 tahun.

Sehingga:
Usia ketiga anak tahun lalu = 20 - 1 = 19 tahun (jawaban nomor 8 = B).
Urutan anak berdasarkan usia ayah termuda ke tertua = AC - AA - AB = Candra - Adi - Budi (jawaban nomor 9 = C).
Masa kerja ayah Candra = 54 - 25 = 29 tahun (jawaban nomor 10 = C).
Semoga dengan postingan diatas yang berjudul Pembahasan Soal Tes Psikotes Kemampuan Penalaran Analitik dapat bermanfaat untuk sobatku semuanya. Jangan lupa share ya kawan.

Contoh Soal Jangkauan Antar Kuartil Dan Pembahasannya

Contoh Soal Jangkauan Antar Kuartil Dan Pembahasannya Jangkauan merupakan selisih antara nilai pengamatan terbesar dengan nilai pengamatan terkecil. Jangkauan antar kuartil adalah selisih antara kuartil atas (Q3) dengan kuartil bawah (Q1). Rumus jangkauan antar kuartil sebagai berikut:

Jangkauan antar Kuartil = Q3 - Q1

Untuk lebih jelasnya, pelajari pembahasan soal dibawah ini:

Nomor 1
Jangkauan dari data: 12, 13, 14, 21, 34, 33, 24, 12, 14, 12, 11, 14, 15 adalah...
A. 34
B. 23
C. 22
D. 10
E. 11

Pembahasan
Nilai terbesar = 34
Nilai terbesar = 11
Jadi, jangkauan = 34 - 11 = 23.
Jawaban: B

Nomor 2
Jangkauan antar kuartil dari data: 6, 6, 8, 5, 9, 6, 7, 5, 5, 7, 9, 7, 8, 8 = ....
A. 2,5
B. 2
C. 1,5
D. 1
E. 0,5

Pembahasan
Urutkan terlebih dahulu data dari besar ke kecil:
5, 5, 5, 6, 6, 6, 7, 7, 7, 8, 8, 8, 9, 9
Banyak data = 14
Jadi kuartil kedua diantara data ke 7 dan 8:

Menentukan kuartil bawah dan kuartil atas

Diperoleh Q1 = 6 dan Q3 = 8
Sehingga, Jangkauan antar kuartil = Q3 - Q1 = 8 - 6 = 2.
Jawaban: B

Nomor 3
Jangkauan antar kuartil data: 1, 2, 8, 2, 3, 4, 5, 7, 1, 1, 8, 9 adalah....
A. 6,5
B. 5
C. 3,5
D. 2
E. 1,5

Pembahasan
Urutkan terlebih dahulu dari dari terbesar ke terkecil:
1, 1, 1, 2, 2, 3, 4, 5, 7, 8, 8, 9
Banyak data: 12 sehingga kuartil kedua pada data ke 7:

Pembahasan soal simpangan antar kuartil

Diperoleh:
Q1 = (1 + 2) / 2 = 1,5
Q3 = (8 + 8) / 2 = 8
Jadi simpangan antar kuartil = Q3 - Q1 = 8 - 1,5 = 6,5
Jawaban: A

Semoga dengan postingan diatas yang berjudul Contoh Soal Jangkauan Antar Kuartil Dan Pembahasannya dapat bermanfaat untuk sobatku semuanya. Dan jangan lupa share pembahasan soal ini mengenai jangkauan antar kuartil dan cobalah share di facebook ataupun media social lainnya,

Rabu, 26 April 2017

Pembahasan Soal Tumbukan Dan Hukum Kekekalan Momentum Untuk Satu Dimensi

Pembahasan Soal Tumbukan Dan Hukum Kekekalan Momentum Untuk Satu Dimensi

Pembahasan Soal Tumbukan Dan Hukum Kekekalan Momentum Untuk Satu Dimensi - Soal-soal tentang tumbukan (collision) dan hukum kekekalan momentum untuk tingkat sekolah menengah umumnya disajikan untuk satu dimensi. Perhitungan tumbukan dilakukan dalam satu arah saja, sumbu x saja, sumbu y saja atau sumbu Z saja.
Dalam pengembangannya soal dapat disajikan untuk dua dimensi sekaligus, sehingga perhitungan akan melibatkan dua arah sekaligus, misalnya sumbu x dan sumbu y, atau sumbu x dan sumbu Z misalnya.
Contoh berikut menyajikan soal hukum kekekalan momentum yang diselesaikan dengan model satu dimensi.
Soal No. 1
Seorang anak yang bermassa 45 kg menaiki papan seluncur yang bermassa 5 kg. Papan seluncur bergerak dengan kecepatan 3 m/s ke arah timur. Tentukan kecepatan papan seluncur itu apabila:
a) anak melompat ke arah barat dengan kecepatan 1 m/s.
b) anak melompat ke arah timur dengan kecepatan 2 m/s
c) anak melompat ke arah utara dengan kecepatan 1 m/s

Pembahasan
Kecepatan anak sebelum melompat, sama dengan kecepatan papan seluncur. sehingga dapat diambil data soal di atas:
Massa anak ma = 45 kg
Massa papan mp = 5 kg
Kecepatan anak sebelum melompat va = 3 m/s
Kecepatan papan sebelum anak melompat va = 3 m/s
Arah timur-barat dijadikan sumbu x, dan arah utara-selatan dijadikan sumbu y.
a) anak melompat ke arah barat dengan kecepatan 1 m/s
va = 3 m/s (+ ke timur)
v'a = - 1 m/s (- ke barat)
Dari hukum kekekalan momentum:
ma va + mpvp = ma v'a + mpv'p
45(3) + 5(3) = 45(-1) + 5v'p
150 + 45 = 5v'p
5v'p = 195
v'p = 39 m/s
b) anak melompat ke arah timur dengan kecepatan 2 m/s
va = 3 m/s (+ ke timur)
v'a = 2 m/s (+ ke timur)
Dari hukum kekekalan momentum:
ma va + mpvp = ma v'a + mpv'p
45(3) + 5(3) = 45(2) + 5v'p
150 = 90 + 5v'p
60 = 5v'p
v'p = 12 m/s
c) anak melompat ke arah utara dengan kecepatan 1 m/s
Dengan model satu dimensi pada sumbu x saja (timur-barat), maka ketika anak melompat kearah utara (sumbu y) 1 m/s, komponen kecepatan dalam arah gerak papan seluncur (timur barat) adalah 0 m/s atau.
va = 3 m/s
v'a = 0 m/s
Dari hukum kekekalan momentum:
ma va + mpvp = ma v'a + mpv'p
45(3) + 5(3) = 45(0) + 5v'p
150 = 5v'p
v'p = 30 m/s
Berikutnya diberikan contoh tentang tumbukan atau penggunaan hukum kekekalan momentum dalam dua dimensi.
Soal No. 2
Pada sebuah perempatan jalan, sebuah truk yang bermassa 7500 kg bergerak ke arah timur dengan kecepatan 32 m/s bertabrakan dengan truk lain yang bermassa 7500 kg yang sedang bergerak ke arah utara dengan kecepatan 24 m/s. Setelah tabrakan kedua truk menyatu dan bergerak bersama dengan kecepatan v'.

Tentukan:
a) Kecepatan kedua truk sesaat setelah bertabrakan.
b) Arah gerak kedua truk.
Pembahasan
a) 20 m/s
b) 37°


Semoga dengan postingan diatas yang berjudul Pembahasan Soal Tumbukan Dan Hukum Kekekalan Momentum Untuk Satu Dimensi dapat bermanfaat untuk sobatku semuanya, dan jangan lupa share buat temannya yang membutuhkan pembahasan soal ini ya, cobalah share di facebook ataupun media social lainnya. Sumber : http://fisikastudycenter.com/
Pembahasan Soal UN IPA Soal Fisika SMP/MTS Tahun 2016

Pembahasan Soal UN IPA Soal Fisika SMP/MTS Tahun 2016

Pembahasan Soal UN IPA Soal Fisika SMP/MTS Tahun 2016 - Soal dan pembahasan UN IPA SMP / MTs Tahun 2016, dibahas bagian mapel fisika/kimia. Pembahasan soal nomor 16-20.
Soal No. 11
Manakah pasangan nama benda langit dengan ciri yang benar?
.Benda LangitCiri-cirinya
ABintangMemancarkan cahaya sendiri
KometBerevolusi terhadap bumi dengan orbit lonjong
BSatelitBenda langit sebagai pengiring planet
MeteorBatuan angkasa yang memasuki atmosfer bumi
CKometBerevolusi terhadap matahari dengan orbit lonjong
AsteroidPlanet kecil yang mengelilingi Yupiter dan Bumi
DAsteroidMemantulkan cahaya matahari
SaturnusPlanet terbesar dalam tatasurya
Pembahasan
Jawaban: B, cukup jelas.
Soal No. 17
Perhatikan gambar berikut!

Jika waktu yang dibutuhkan untuk menempuh jarak A ke B adalah 8 sekon, cepat rambat gelombang tersebut adalah...
A. 2 m/s
B. 4 m/s
C. 6 m/s
D. 8 m/s
Pembahasan
Dari gambar dapat diperoleh data panjang gelombang dan periode gelombang.
Panjang gelombang λ = 2 x 4 = 8 m
Periode gelombang T = 8/2 = 4 sekon
Cepat rambat gelombang:
v = λ/T
= 8/4 = 2 m/s
Jawaban: A
Soal No. 18
Seorang pemuda berdiri di antara dua tebing tinggi.

Pemuda tersebut berteriak sehingga bunyi teriakannya memantul pada tebing A dan B. Jika waktu bunyi pantul dari tebing A ke pemuda = 0,5 sekon, maka waktu bunyi pantul oleh tebing B ke pemuda adalah...
A. 0,3 sekon
B. 0,5 sekon
C. 0,6 sekon
D. 1,2 sekon
Pembahasan
Jarak antara anak dan tebing pada kasus bunyi pantul dirumuskan:
d = (v x t)/2
di mana v adalah cepat rambat bunyi di udara dan t waktu pantul.
Untuk dinding A:
d = (v x t)/2
85 = (v x 0,5)/2
170 = 0,5v
v = 170/0,5 = 340 m/s
Karena cepat rambat bunyi di tempat tersebut sama, maka untuk tebing B berlaku:
d = (v x t)/2
102 = (340 x t)/2
204 = 340t
t = 204/340 = 0,6 sekon
Jawaban: C
Soal No. 19
Seseorang dapat membaca dengan jelas pada jarak paling dekat 50 cm. Agar ia dapat membaca dengan jelas pada jarak 30 cm, kekuatan lensa kacamata yang diperlukan adalah..
A. 1/3 dioptri
B. 2/3 dioptri
C. 3/4 dioptri
D. 4/3 dioptri
Pembahasan
Kuat lensa kacamata untuk rabun dekat:
P = 100/Sn - 100/PP
Di mana:
P = kuat lensa kacamata (dioptri)
Sn = titik dekat normal = 25 cm
PP = titik dekat penderita rabun dekat = 50 cm
Sehingga:
P = 100/30 - 100/50
10/3 - 6/3
= 4/3 dioptri
Jawaban: D
Soal No. 20
Perhatikan gambar interaksi bola konduktor bermuatan di bawah ini!



Jika bola konduktor P bermuatan positif, maka gaya interaksi yang terjadi ketika bola P didekatkan bola S, dan bola R didekatkan bola Q berturut-turut adalah...
A. P-S tarik-menarik dan R-Q tarik-menarik
B. P-S tarik-menarik dan R-Q tolak-menolak
C. P-S tolak-menolak dan R-Q tarik-menarik
D. P-S tolak-menolak dan P-Q tarik-menarik
Pembahasan
Data:
Dari gambar 1, P (+), maka R (-) karena saling tarik.
Dari gambar 3, R (-), maka S (+) karena saling tarik.
P dan S akan saling tolak.
Dari gambar 4, S (+), maka Q (+) karena saling tolak.
R dan Q akan saling tarik.
Jawaban: C


Semoga dengan postingan diatas yang berjudul Pembahasan Soal UN IPA Soal Fisika SMP/MTS Tahun 2016 dapat bermanfaat untuk sobatku semuanya. Dan jangan lupa share postingan ini kepada temannya yang membutuhkan pembahasan soal ipa pada materi fisika di ujian nasional untuk smp/mts tahun 2016 diatas. Dan cobalah share di facebook ataupun media social lainnya. Sumber: http://fisikastudycenter.com/

Contoh Soal dan Pembahasan Tentang Radiasi Benda Hitam

Contoh Soal dan Pembahasan tentang Radiasi Benda Hitam, Materi Fisika kelas 3 (XII) SMA dengan kata kunci daya radiasi, energi radiasi, hukum pergeseran Wien.

Rumus - Rumus Minimal


Daya Radiasi (Laju energi rata-rata)
P = eσ T 4A
Keterangan :
P = daya radiasi (watt = joule/s)
e = emisivitas benda
e = 1 → benda hitam sempurna
A = luas permukaan benda (m2)
T = suhu (Kelvin)
σ = Konstanta Stefan-Boltzman = 5,67 x 10−8 W/mK4
Hukum Pergeseran Wien
λmaks T = C
Keterangan :
λmaks = panjang gelombang radiasi maksimum (m)
C = Konstanta Wien = 2,898 x 10−3 m.K
T = suhu mutlak benda (Kelvin)

Contoh Soal dan Pembahasan


Soal No. 1
Sebuah benda memiliki suhu minimum 27oC dan suhu maksimum 227oC.



Tentukan nilai perbandingan daya radiasi yang dipancarkan benda pada suhu maksimum dan minimumnya!

Pembahasan
Data :
T1 = 27oC = 300 K
T2 = 227oC = 500 K
P2/P1 = (T2/T1)4
P2/P1 = (500/300)4 = (5/3)4 = 625 : 81

Soal No. 2
Sebuah benda dengan luas permukaan 100 cm2 bersuhu 727oC. Jika koefisien Stefan-Boltzman 5,67 x 10−8 W/mK4 dan emisivitas benda adalah 0,6 tentukan laju rata-rata energi radiasi benda tersebut!

Pembahasan
Data :
σ = 5,67 x 10−8 W/mK4
T = 727oC = 1000 K
e = 0,6
A = 100 cm2 = 100 x 10−4 = 10−2

Laju energi rata-rata :
P = eσ T 4A
P = (0,6)(5,67 x 10−8 )(1000)4(10−2)
P = 340,2 joule/s

Soal No. 3
Daya radiasi yang dipancarkan suatu benda pada suhu 227oC adalah 1200 J/s. Jika suhu benda naik hingga menjadi 727oC, tentukan daya radiasi yang dipancarkan sekarang!

Pembahasan
Data :
T1 = 227oC = 500 K
T2 = 727oC = 1000 K
P1 = 1200 watt

Daya radiasi yang dipancarkan sekarang :
P2/P1 = (T2/T1)4
P2/P1 = (1000/500)4
P2 = (1000/500)4 x P1
P2 = (2)4 x 1200 = 16 x 1200 = 19200 watt

Soal No. 4
Permukaan benda pada suhu 37oC meradiasikan gelombang elektromagnetik. Bila konstanta Wien = 2,898 x 10−3 m.K maka panjang gelombang maksimum radiasi permukaan adalah.....
A. 8,898 x 10−6 m
B. 9,348 x 10−6 m
C. 9,752 x 10−6 m
D. 10,222 x 10−6 m
E. 11,212 x 10−6 m
(Sumber soal : UN Fisika SMA 2008)

Pembahasan
Data :
T = 37oC = 310 K
C = 2,898 x 10−3 m.K
λmaks = ....?

λmaks T = C
λmaks (310) = 2,898 x 10−3
λmaks = 9,348 x 10−6 m

Soal No. 5
Grafik menyatakan hubungan intensitas gelombang (I) terhadap panjang gelombang, pada saat intensitas maksimum (λm) dari radiasi suatu benda hitam sempurna.



Jika konstanta Wien = 2,9 x 10−3 mK, maka panjang gelombang radiasi maksimum pada T1 adalah....
A. 5.000 Å
B. 10.000 Å
C. 14.500 Å
D. 20.000 Å
E. 25.000 Å
(Sumber soal: UN Fisika 2009)

Pembahasan
Data :
T = 1727oC = 2000 K
C = 2,9 x 10−3 m.K
λmaks = ....?

λmaks T = C
λmaks (2000) = 2,9 x 10−3
λmaks = 1,45 x 10−6 m = 14.500 Å

Soal No. 6
Panjang gelombang radiasi maksimum suatu benda pada suhu T Kelvin adalah 6000 Å. Jika suhu benda naik hingga menjadi 3/2 T Kelvin , tentukan panjang gelombang radiasi maksimum benda!

Pembahasan
Data :
T1 = T Kelvin
T2 = 3/2 T Kelvin
λmaks 1 = 6000 Å
λmaks 2 = ....?

λmaks 2 T2 = λmaks 1 T1
λmaks 2 (3/2 T) = 6000 Å (T)
λmaks 2 = (2/3) x 6000 Å = 4000 Å

Soal No. 7
Benda hitam pada suhu T memancarkan radiasi dengan daya sebesar 300 mW. Radiasi benda hitam tersebut pada suhu ½ T akan menghasilkan daya sebesar ....
(A) 300 mW
(B) 150 mW
(C) 75 mW
(D) 37,5 mW
(E) 18,75 mw
(Sumber Soal : UM UGM 2009)

Pembahasan
Seperti soal no. 6 silahkan mencoba.

Semoga dengan postingan diatas yang berjudul Contoh Soal dan Pembahasan tentang Radiasi Benda Hitam dapat bermanfaat untuk sobatku semuanya. Dan apabila berkenan cobalah share rumus dan pembahasan soal fisika tentang materi radiasi benda hitam diatas, dan cobalah untuk share di facebook ataupun media social lainnya. Terima kasih Sumber: http://fisikastudycenter.com/